Minggu, 02 April 2017

al-Quran Dalam Konteksnya

1


   
         Sudah seharusnya kita sebagai seorang Muslim memahami al-Quran secara komprehensif. Salah satu cara memahami ayat-ayat al-Quran secara luas tanpa kehilangan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu dengan memahami konteks yang melingkupi ayat tersebut turun. Al-Quran diturunkan kepada masyarakat Hijaz, yang meliputi Mekah dan Madinah secara umum. Memahami daerah Hijaz secara keseluruhan juga merupakan bagian dari usaha untuk memahami al-Quran. Mulai dari memahami bagaimana keadaan negeri Hijaz, keadaan serta sifat (karakter) masyarakat di sana, bagaimana pula budaya serta norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat yang merupakan suku nomaden, lalu bagaimana konteks agama di Hijaz. Singkat kata, pemahaman mengenai negeri Hijaz dan segala tentangnya, akan membantu memperjelas pemahaman mengenai pesan al-Quran. 

Negeri Hijaz merupakan negeri yang didiami oleh suku nomaden yang sangat fanatik terhadap sukunya. Mereka memiliki norma-norma yang berlaku di setiap kelompok. Jika salah seorang anggota suku mereka diserang, maka anggota yang lain akan menolong. Dalam hal ini, sifat keberanian dan tolong menolong merupakan hal yang positif. Namun, sisi negatifnya, sikap-sikap tersebut dipakai dalam kondisi apapun. Seorang anggota suku yang diserang, akan ditolong oleh temannya satu suku, tanpa peduli dia melakukan hal yang benar atau salah. Oleh sebab itu, al-Quran turun sebagai pemberi pelajaran terhadap masyarakat Hijaz agar merubah sistem bermasyarakat mereka. Al-Quran banyak mengajarkan tatanan sosial baru yang melampaui tatanan sosial suku pada saat itu, mendorong orang kaya dan memiliki kekuasaan untuk memperhatikan orang yang lemah dan miskin. 

Diantara ayat-ayat al-Quran, terdapat ayat yang menggunakan seruan-seruan kepada masyarakat Mekah. Seperti seruan agar mereka beriman kepada Allah dan ajakan untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Karena pada saat itu, belum banyak orang yang masuk Islam. Sehingga, ayat al-Quran turun untuk mengubah keyakinan masyarakat Mekah yang merupakan kaum pagan secara perlahan-lahan. Al-Quran juga menggambarkan Surga sesuai dengan imajinasi penerima pertamanya. Sungai yang mengalir, buah-buahan, pohon-pohonan dan perkebunan. Bagi orang yang terbiasa hidup di daerah yang gersang, kering, gambaran seperti itu merupakan gambaran yang menarik dari keadaan akhirat. Dan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pun merupakan dakwah yang sangat santun dan lembut kepada masyarakat Mekah yang berwatak keras. Sedangkan ketika di Madinah, ayat al-Quran berisi tentang hukum-hukum yang harus dijalankan sebagai seorang Muslim. Karena di Madinah, umat Muslim sudah banyak dibandingkan Mekah. 

Memahami konteks al-Quran juga membutuhkan pengetahuan yang luas mengenai peristiwa-peristiwa penting yang dialami Nabi Muhammad SAW, seperti peristiwa Isra’ Mi’raj, peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah, dan beberapa perang baik besar maupun kecil bersama para sahabat. Intinya, jika ingin memahami itu semua, kita harus banyak membaca. Tanpa membaca, pengetahuan tidak akan bertambah dan pemahaman mengenai al-Quran menjadi berkurang dan setengah-setengah.

Hasil diskusi buku Pengantar Studi al-Quran karya Abdullah Saeed.
Part 1.

1 komentar:

madelinezahner mengatakan...

Casino Slots Locations | Mapyro
Find the 경산 출장마사지 best Casino Slots in New Jersey, PA, West 충청남도 출장마사지 Virginia, WV, 광주광역 출장샵 IN, IA, TN, VA, MI, MI, MS & WV, 포항 출장마사지 all 강원도 출장마사지 in one place!

Posting Komentar

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting